Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SEBELUM BACA ARTIKEL DAPATKAN SALDO SHOPEEPAY DISINI

Senggolan Spion Berujung Adu Jotos di Bogor, Warga Mengaku Dipukul Dua Kali dan Kunci Mobil Dirampas


Perselisihan di jalan raya yang diduga bermula dari senggolan spion berujung adu fisik antara seorang warga dan pria berseragam loreng yang diduga anggota TNI AD di kawasan Ciawi, Bogor. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial Threads.

Berdasarkan keterangan yang dibagikan keluarga korban, insiden itu terjadi pada 8 Oktober 2026 sekitar pukul 15.35 WIB. Perselisihan disebut bermula di lampu merah Tajur ketika kendaraan yang ditumpangi korban berinisial Zo hendak melanjutkan perjalanan setelah lampu lalu lintas berubah hijau.

Namun, menurut kronologi yang beredar, kendaraan di sebelahnya tidak memberikan jalan hingga memicu adu mulut. Kedua kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan dan diduga terjadi senggolan pada bagian spion. Keluarga korban menyebut pihak mereka telah berusaha mengalah agar persoalan tidak semakin panjang.

Setelah kejadian tersebut, rombongan korban melanjutkan perjalanan ke arah Sukabumi, sedangkan kendaraan yang terlibat perselisihan bergerak menuju kawasan Ciawi-Puncak.

Persoalan ternyata belum berakhir. Ketika rombongan korban berhenti di sekitar Rancamaya untuk membeli minuman di sebuah warung, pengendara yang sebelumnya berselisih disebut kembali muncul dan menghampiri mereka.

Menurut keterangan keluarga, pria tersebut kemudian memukul pengemudi bernama Dika sebanyak dua kali dari luar kendaraan. Ia juga diduga mengambil kunci mobil korban hingga situasi berubah menjadi keributan fisik.

Momen itulah yang kemudian terekam dalam video dan menyebar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria berseragam loreng terlibat adu fisik dengan seorang warga berbaju cokelat di depan Marketing Gallery Ranca. Sejumlah warga dan pengendara sepeda motor tampak berada di sekitar lokasi, sementara beberapa orang berusaha melerai keduanya.

Pihak keluarga kemudian menyebut pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut berinisial Munazar dan mengidentifikasinya sebagai anggota TNI AD. Namun, identitas, status keanggotaan, serta keseluruhan kronologi kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak berwenang.

Keluarga korban mengaku tidak terima atas dugaan pemukulan yang dialami Dika. Mereka meminta agar persoalan tersebut ditangani secara adil dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memang orang tidak punya, tetapi kami tidak terima jika adik kami dipukul. Kami memohon bantuan agar kejadian ini mendapat perhatian dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis pihak keluarga dalam pernyataan yang beredar.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai cara menyelesaikan konflik di jalan raya. Senggolan spion, jika memang menjadi pemicu awal, semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi tanpa kekerasan.

Apabila terdapat dugaan pemukulan maupun perampasan barang, persoalan tersebut perlu diperiksa berdasarkan bukti, keterangan saksi, dan prosedur hukum yang berlaku. Jika pihak yang terlibat benar merupakan anggota TNI, dugaan pelanggaran juga dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan yang berwenang.




Publik kini menantikan kejelasan penanganan kasus tersebut. Yang terpenting, setiap pihak mendapatkan kesempatan untuk memberikan keterangan dan tidak ada seorang pun yang ditempatkan di atas hukum hanya karena jabatan atau seragam yang dikenakannya.

Kalau ingin baca artikel lengkapnya bisa di tutup dulu videonya
๐ŸŽฌ Video dapat langsung diputar tanpa redirect.