Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SEBELUM BACA ARTIKEL DAPATKAN SALDO SHOPEEPAY DISINI

Pria di Surabaya Jadi Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak Tiri, Terbongkar Saat Korban Hamil 5 Bulan


 SURABAYA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan keluarga kembali menggemparkan Surabaya. Polrestabes Surabaya menetapkan seorang pria berinisial H (39) sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur.


Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, perbuatan tersebut diduga telah berlangsung selama beberapa bulan, sejak Januari 2026.


Dalam keterangan yang disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, tersangka mengakui telah melakukan perbuatannya sebanyak empat kali.


Tersangka juga disebut menggunakan ancaman untuk membuat korban tetap diam dan tidak menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.


Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah keluarga melihat adanya perubahan pada kondisi fisik korban. Korban yang masih berusia 12 tahun kemudian diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar lima bulan.


Kecurigaan keluarga akhirnya mengarah kepada tersangka. Ibu korban kemudian melaporkan suaminya kepada pihak kepolisian pada 17 Juli 2026.


Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan mengamankan H. Korban juga mendapat pendampingan khusus untuk memastikan kondisi serta pemulihan korban tetap menjadi perhatian selama proses hukum berlangsung.


Dalam pemeriksaan, H disebut memberikan alasan yang tidak masuk akal terkait perbuatan pertama yang dilakukannya. Ia berdalih sempat mengira tubuh korban sebagai guling ketika melakukan perabaan.


Alasan tersebut tentu tidak menghapus dugaan tindak pidana yang kini menjeratnya.


Atas perbuatannya, H dijerat dengan Pasal 6 huruf b UU TPKS dan/atau Pasal 473 ayat (2) huruf b KUHP, dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.


Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual terhadap anak dapat terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka.


Karena itu, orang tua dan keluarga perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak serta memperhatikan perubahan perilaku maupun kondisi fisik yang tidak biasa.


Yang paling penting, anak harus dipercaya dan dilindungi ketika berani menceritakan sesuatu yang membuatnya takut atau tidak nyaman.


Menurut Anda, langkah apa yang paling penting dilakukan keluarga dan lingkungan untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak?

Kok tega ya orang tua seperti ini