Bocah Nyangkut di Bangunan Makam Saat Ziarah, Warga Panik: “Panggil Damkar Aja!”
Suasana ziarah di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang balita terjebak di dalam bangunan makam.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian menjadi perhatian. Dalam video, terlihat seorang anak kecil berada di sela-sela bangunan makam berkijing dan kesulitan untuk keluar.
Kejadian bermula ketika sejumlah orang tua sedang menjalankan aktivitas ziarah, mulai dari membaca doa hingga menabur bunga. Di sisi lain, anak-anak tampak bermain di sekitar area pemakaman.
Salah satu bocah kemudian terlihat penasaran dengan sebuah makam yang memiliki bangunan berundak. Entah karena menganggapnya sebagai tempat bermain atau sekadar ingin menjelajah, bocah tersebut nekat masuk ke bagian sela bangunan makam.
Namun, bukannya berhasil keluar, tubuh mungilnya justru tersangkut.
Tangisan sang bocah sontak membuat suasana berubah tegang. Orang tua dan sejumlah peziarah yang berada di lokasi langsung berusaha membantu mengeluarkannya dari sela bangunan tersebut.
Berbagai cara tampak dicoba, tetapi posisi anak yang cukup sulit membuat proses evakuasi tidak mudah. Kepanikan pun semakin terasa ketika warga menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan sang bocah dengan aman.
Di tengah situasi tersebut, terdengar suara seseorang yang merekam video memberikan solusi sederhana.
“Panggil damkar aja!”
Ucapan tersebut langsung menggambarkan kepanikan warga yang mulai mencari bantuan profesional agar anak tersebut dapat dievakuasi tanpa mengalami cedera.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak ketika berada di tempat umum, termasuk saat ziarah ke pemakaman.
Sebab, rasa penasaran anak terkadang muncul di tempat dan waktu yang tidak terduga. Yang awalnya hanya ingin bermain sebentar, justru bisa berujung pada situasi yang membuat satu TPU panik.
Kalau melihat kejadian seperti ini, menurut Anda siapa yang paling bertanggung jawab: orang tua, lingkungan, atau memang rasa penasaran anak yang sulit ditebak?
Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
