Demi Konten Viral, Pria Ini Nekat Makan Roti Dicelup Air Selokan, Berakhir di IGD
Sebuah video yang memperlihatkan aksi ekstrem seorang pria demi konten media sosial mendadak viral dan mengundang perhatian warganet. Aksi yang awalnya terlihat sebagai hiburan tersebut justru berakhir dengan kondisi yang tidak diharapkan.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform, pria tersebut terlihat duduk di pinggir selokan dengan air yang tampak keruh dan dipenuhi sampah. Sambil memegang sebungkus roti, ia sempat berbicara ke arah kamera dan menyampaikan pesan yang terdengar seperti ajakan untuk menjaga kesehatan.
Namun beberapa saat kemudian, ia justru melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan ucapannya. Tanpa ragu, pria itu mencelupkan roti yang dibawanya ke dalam air selokan sebelum memakannya langsung di depan kamera.
Aksi tersebut sontak membuat banyak orang terkejut. Terlebih, pada bagian video berikutnya terlihat kondisi pria itu mengalami penurunan kesehatan.
Dalam rekaman lanjutan, ia tampak sudah berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit. Tubuhnya terlihat lemas dan sebuah infus terpasang di tangannya saat mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kesehatan pria tersebut maupun penyebab pasti yang membuatnya harus menjalani perawatan medis. Namun banyak pihak menduga kondisi tersebut berkaitan dengan konsumsi makanan yang telah terkontaminasi air kotor dan tidak higienis.
Video tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian besar menyayangkan aksi berbahaya yang dilakukan demi mendapatkan perhatian di media sosial.
Banyak yang mengingatkan bahwa konten ekstrem seperti itu tidak layak ditiru karena dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan diri sendiri.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa mengejar popularitas di dunia maya seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan keselamatan. Konten yang menarik perhatian memang bisa mendatangkan banyak penonton, namun risiko yang ditimbulkan terkadang jauh lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.
