VIRAL “KOMUNITAS BULUS” DI NGAWI! PULUHAN KURA-KURA MUNCUL DI SELOKAN, WARGA MALAH SANTAI
Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi mendadak jadi sorotan setelah video puluhan bulus atau kura-kura cangkang lunak memenuhi selokan air viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat puluhan bulus berbagai ukuran berenang dan berkumpul di aliran air dangkal milik warga. Pemandangan itu membuat banyak netizen heran sekaligus penasaran karena jumlahnya sangat banyak.
Bagi orang luar, fenomena ini memang terlihat aneh. Namun bagi warga sekitar, keberadaan bulus di area tersebut sebenarnya sudah menjadi hal biasa sejak lama.
Kawasan Sendang Tawun memang dikenal sebagai habitat alami ribuan bulus yang hidup berdampingan dengan masyarakat.
Bahkan, keberadaan hewan tersebut sudah menjadi daya tarik wisata sejak puluhan tahun lalu, tepatnya sekitar era 1950-an.
Karena sudah terbiasa dengan manusia, para bulus itu sering muncul bergerombol ketika melihat pengunjung datang membawa makanan. Tidak heran jika mereka kadang “keluar jalur” hingga masuk ke selokan warga untuk mencari tambahan camilan.
Fenomena ini juga dibalut dengan kepercayaan lokal yang masih dijaga masyarakat hingga sekarang.
Warga percaya bulus-bulus tersebut tidak boleh diambil sembarangan. Konon, siapa pun yang nekat membawa pulang atau menyakiti mereka dipercaya bisa terkena kesialan atau hal buruk.
Mitos tersebut justru menjadi semacam “pelindung alami” yang membuat populasi bulus di kawasan Tawun tetap lestari hingga sekarang.
Alhasil, hewan-hewan ini hidup cukup aman dan bebas berkeliaran di sekitar lingkungan warga tanpa diganggu.
Fenomena viral ini jadi bukti unik bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan dalam cara yang tidak biasa.
Kalau di tempat lain selokan identik dengan sampah dan air kotor, di Desa Tawun justru jadi jalur santai para bulus legendaris yang sudah dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
