Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SEBELUM BACA ARTIKEL DAPATKAN SALDO SHOPEEPAY DISINI

PELAJAR SMK YATIM DI SAMARINDA MENINGGAL DIDUGA AKIBAT SEPATU KEKECILAN, UCAPAN TERAKHIRNYA BIKIN HATI HANCUR


Kisah pilu datang dari , . Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun bernama Mandala dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berawal dari kebiasaannya memakai sepatu sekolah yang sudah terlalu sempit.

Cerita Mandala menggambarkan beratnya kehidupan keluarga sederhana yang harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

Mandala diketahui merupakan anak yatim. Ia tinggal bersama ibu dan saudara-saudaranya yang sehari-hari bergantung pada penghasilan sang ibu, Ratnasari, penjual risoles keliling.

Karena kondisi ekonomi keluarga, Mandala disebut tidak mampu membeli sepatu baru. Ia akhirnya terus memakai sepatu lama yang ukurannya sudah tidak sesuai dengan kakinya.

Agar tetap bisa digunakan, Mandala bahkan mencoba menyiasatinya dengan memasukkan foam atau busa ke dalam sepatu untuk mengurangi rasa sakit.

Namun tekanan yang terjadi setiap hari perlahan memicu masalah serius pada kakinya.

Penjelasan Kasus
Pengakuan Ibu
⚠️ Kalau kamu dialihkan ke situs lain, silakan kembali lagi ke halaman ini. Video akan berputar normal.

Kondisi itu semakin memburuk saat Mandala menjalani program magang dari sekolah. Dalam kegiatan tersebut, ia harus lebih sering berdiri dan beraktivitas dalam waktu lama.

Menurut sang ibu, pada awal masa magang kondisi kaki Mandala masih terlihat biasa saja. Tetapi memasuki sekitar hari ke-20, bagian atas kaki mulai membengkak dan semakin parah dari hari ke hari.

Meski merasakan sakit, Mandala tetap memaksakan diri menjalani aktivitas seperti biasa.

Kondisinya akhirnya memburuk hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Sempat muncul harapan ketika sehari sebelum meninggal, kondisinya dikabarkan membaik setelah mendapat suntikan dari tenaga medis. Namun pada Jumat (24/4/2026), Mandala akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Ucapan terakhir Mandala kepada ibunya kini membuat banyak orang tersentuh.

“Dia bilang ingin sepatu untuk terakhir kalinya. Tapi saya tidak bisa membelikan,” ujar sang ibu dengan penuh kesedihan.

Kisah Mandala langsung menyita perhatian publik karena dianggap menjadi gambaran nyata masih banyaknya anak-anak yang harus berjuang sekolah di tengah keterbatasan ekonomi.

Di saat sebagian orang dengan mudah membeli barang baru, ada anak yang tetap bertahan memakai sepatu sempit demi bisa terus belajar dan mengejar masa depan.