Viral di Denpasar! Pelanggan Tampar Terapis Spa, Ngaku “Anak Polisi” Lalu Kabur Tanpa Bayar
Insiden kekerasan terjadi di sebuah tempat perawatan kecantikan, LK Spa & Beauty, yang berlokasi di kawasan Pedungan pada Jumat malam (17/4/2026). Peristiwa ini menjadi sorotan setelah rekaman CCTV-nya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pelanggan pria melakukan tindakan kekerasan dengan menampar seorang terapis wanita. Kejadian itu diduga dipicu oleh perselisihan terkait pembayaran layanan.
Menurut keterangan pihak manajemen, pelanggan tersebut meminta layanan deep tissue massage, namun bersikeras membayar dengan tarif Balinese massage yang lebih murah. Padahal, sejak awal perbedaan harga telah dijelaskan oleh terapis, dan pelanggan disebut sempat menyetujui tarif yang berlaku.
Namun setelah layanan selesai, pria tersebut justru menolak membayar sesuai kesepakatan. Situasi memanas hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap terapis, sebelum akhirnya pelaku meninggalkan lokasi tanpa membayar.
Pihak manajemen menegaskan bahwa kerugian materi bukanlah hal utama. Mereka lebih menyoroti dampak psikologis yang dialami korban.
“Uangnya mungkin tidak seberapa, tapi sekarang staf kami ketakutan,” ujar perwakilan spa.
Diketahui, korban mengalami trauma dan ketakutan setelah insiden tersebut, bahkan disebut belum berani kembali beraktivitas seperti biasa.
Lebih jauh, pihak spa juga mengungkap bahwa pelaku sempat melontarkan ancaman dan mengaku memiliki latar belakang keluarga aparat, yang semakin memperkeruh situasi.
Manajemen menegaskan bahwa staf mereka hanya menjalankan tugas profesional, dan menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan pelanggan. Mereka juga menyebut, jika pelanggan mengalami kesulitan pembayaran, hal tersebut seharusnya bisa disampaikan secara baik-baik.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Banyak warganet mengecam tindakan pelaku dan mendorong aparat untuk segera menindaklanjuti berdasarkan bukti rekaman yang beredar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati pekerja jasa serta menyelesaikan permasalahan secara bijak tanpa kekerasan.
