Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Viral! Pejabat Jambi Dituding Main Game Saat Rapat, Klarifikasi Mengejutkan: “Saya Sumpah Mati di Jalan Kalau Main Game!”


Jagat media sosial di Jambi mendadak ramai setelah beredar sebuah video berdurasi sekitar 15 detik yang memperlihatkan seorang pejabat tampak menunduk menatap tablet saat rapat berlangsung.

Video tersebut diambil saat Rapat Forkopimda Persiapan Pengamanan Idulfitri 1447 H yang digelar di ballroom Swiss-Belhotel Jambi pada Senin (16/3/2026).

Dalam video yang viral itu, pejabat yang diketahui bernama Adityo Wirapranatha, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi, terlihat fokus pada layar tablet di tangannya.


Netizen Berspekulasi

Cuplikan video tersebut langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial. Sejumlah warganet bahkan menuding Adityo sedang bermain game online seperti Mobile Legends: Bang Bang atau membuka situs judi online saat rapat berlangsung.

Tuduhan itu pun cepat menyebar dan membuat namanya menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Terlihat main Game
⚠️ Kalau kamu dialihkan ke situs lain, silakan kembali lagi ke halaman ini. Video akan berputar normal.

Klarifikasi Tegas

Menanggapi tuduhan tersebut, Adityo akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membantah keras bahwa dirinya sedang bermain game ataupun membuka situs judi online.

Menurutnya, tablet yang ia gunakan saat rapat sebenarnya sedang membuka aplikasi internal kantor bernama SMO yang digunakan untuk keperluan pekerjaan.

“Saya sumpahin diri saya mati di jalan kalau main game. Bukan ya, Pak. Saya ada aplikasi SMO namanya,” tegasnya saat memberikan penjelasan.


Mengaku Sangat Kelelahan

Adityo juga menjelaskan bahwa gesturnya yang terlihat lemas dan kurang fokus dalam video tersebut disebabkan oleh kelelahan.

Ia mengaku baru saja mengawal hari terakhir operasional Satuan Pelayanan Gizi dan memastikan seluruh dapur berjalan dengan baik. Karena padatnya aktivitas tersebut, ia hanya sempat tidur sekitar dua jam sebelum menghadiri rapat.

Akibat kurang istirahat, ia mengaku berusaha menahan rasa kantuk selama rapat berlangsung.


Minta Maaf atas Penampilannya

Menutup klarifikasinya, Adityo menyampaikan permohonan maaf jika penampilannya saat rapat terlihat kurang maksimal.

Ia juga mengaku sedih karena video berdurasi singkat tersebut memunculkan narasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa potongan video singkat di media sosial tidak selalu menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.