Viral! Bupati Nias Utara Sujud di Hadapan Pejabat Pusat, Ucapannya “Kami Capek Miskin” Bikin Ruangan Hening
Sebuah video yang memperlihatkan seorang kepala daerah bersujud di hadapan pejabat pemerintah pusat viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik. Sosok dalam video tersebut diketahui adalah Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, yang melakukan aksi tersebut dalam sebuah forum resmi di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Peristiwa itu terjadi saat rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah tertinggal yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam forum tersebut hadir sejumlah pejabat pemerintah pusat serta perwakilan dari berbagai daerah yang masih masuk kategori wilayah tertinggal.
Video momen tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengaku tersentuh dengan tindakan Amizaro yang dianggap sebagai bentuk keputusasaan sekaligus perjuangan seorang kepala daerah dalam menyuarakan kondisi masyarakatnya.
Menyuarakan Kondisi Daerah Tertinggal
Dalam kesempatan tersebut, Amizaro Waruwu tidak hanya berbicara sebagai Bupati Nias Utara. Ia juga dipercaya sebagai koordinator bagi sekitar 30 kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal atau wilayah 3T, yaitu terdepan, terluar, dan tertinggal.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di daerah tersebut. Dengan nada emosional, ia menyebut bahwa banyak daerah di luar Pulau Jawa masih menghadapi berbagai keterbatasan mendasar.
Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian dalam forum tersebut adalah ketika Amizaro mengatakan bahwa masyarakat di wilayahnya sudah sangat lelah hidup dalam kondisi kemiskinan.
“Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” ucapnya dalam forum tersebut.
Kalimat tersebut membuat suasana ruangan seketika menjadi hening. Para peserta rapat terlihat memperhatikan dengan serius setiap kata yang disampaikan oleh bupati tersebut.
Perbandingan dengan Daerah Maju
Dalam pidatonya, Amizaro juga membandingkan kondisi pembangunan di daerahnya dengan beberapa wilayah yang lebih maju di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.
Menurutnya, banyak daerah maju saat ini sudah berbicara tentang teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, pusat perbelanjaan modern, hingga jaringan jalan tol yang semakin luas.
Namun di sisi lain, masih banyak wilayah di luar Jawa yang justru masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat di daerahnya masih menghadapi persoalan yang sangat mendasar, seperti rumah tidak layak huni, keterbatasan listrik, hingga akses internet yang belum memadai.
“Kalau kepala daerah di Jawa berbicara tentang Artificial Intelligence, mall, jalan tol dan sebagainya, kami masih berbicara soal rumah tidak layak huni, listrik, dan internet,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kesenjangan pembangunan yang masih dirasakan oleh banyak daerah tertinggal di Indonesia.
Masih Berjuang untuk Listrik
Amizaro juga menyinggung soal akses listrik yang menurutnya masih menjadi persoalan besar bagi sebagian masyarakat di wilayahnya.
Ia menyebut bahwa setelah lebih dari delapan dekade Indonesia merdeka, masih ada daerah yang harus berjuang keras untuk mendapatkan pasokan listrik yang stabil.
Menurutnya, masyarakat di beberapa wilayah di Nias Utara masih harus hidup dengan keterbatasan akses energi listrik.
“Kemerdekaan Indonesia sudah hampir 80 tahun, tetapi kami masih berjuang bagaimana listrik bisa tersedia secara memadai,” ujarnya.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat gambaran mengenai kondisi pembangunan yang belum merata di berbagai daerah.
Momen Sujud yang Viral
Di tengah penyampaiannya, Amizaro Waruwu kemudian melakukan sesuatu yang tidak biasa dalam sebuah forum resmi. Ia tiba-tiba menundukkan badan hingga bersujud di samping podium tempat ia berbicara.
Aksi tersebut membuat banyak peserta rapat terkejut. Beberapa di antaranya tampak terdiam, sementara sebagian lainnya memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian bupati tersebut.
Amizaro menjelaskan bahwa tindakannya bukanlah bentuk drama atau upaya mencari perhatian.
Ia mengatakan bahwa sujud tersebut merupakan bentuk kerendahan hati sekaligus permohonan kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian yang lebih serius kepada daerah tertinggal.
“Sehingga kami mohon, kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T,” ujarnya.
Aksi tersebut kemudian menjadi sorotan luas setelah videonya tersebar di media sosial. Banyak warganet yang menganggap tindakan tersebut sebagai simbol perjuangan seorang pemimpin daerah untuk masyarakatnya.
Meminta Akses Bertemu Presiden
Selain menyampaikan berbagai keluhan mengenai kondisi daerah tertinggal, Amizaro juga menyampaikan permohonan khusus kepada pemerintah pusat.
Ia meminta agar para kepala daerah dari wilayah tertinggal diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurutnya, pertemuan tersebut penting agar kondisi nyata yang dialami masyarakat di daerah tertinggal dapat disampaikan langsung kepada pemimpin tertinggi negara.
Ia mengaku sebagai bupati memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan daerahnya jika tidak mendapatkan akses komunikasi yang lebih luas.
“Saya sebagai bupati merasa tidak ada apa-apanya. Dengan cara apa saya bertarung? Tidak ada,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap dapat menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat di daerahnya kepada presiden.
Reaksi Publik
Video yang menampilkan momen sujud tersebut segera menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak pengguna internet yang mengaku tersentuh melihat tindakan seorang kepala daerah yang rela merendahkan diri demi memperjuangkan nasib rakyatnya.
Sebagian warganet bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai simbol keputusasaan sekaligus keberanian seorang pemimpin daerah yang ingin memperjuangkan hak masyarakatnya.
Namun ada pula yang melihat peristiwa ini sebagai pengingat bahwa kesenjangan pembangunan masih menjadi persoalan besar di Indonesia.
Diskusi mengenai pembangunan daerah tertinggal pun kembali mencuat setelah video tersebut viral.
Tantangan Pembangunan Daerah 3T
Wilayah yang masuk kategori daerah 3T memang selama ini dikenal memiliki berbagai tantangan pembangunan.
Faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, serta akses transportasi yang sulit sering menjadi hambatan dalam proses pembangunan di wilayah tersebut.
Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian sebenarnya telah menjalankan sejumlah program untuk mempercepat pembangunan di daerah tertinggal.
Namun tantangan yang dihadapi masih cukup besar sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Harapan ke Depan
Aksi yang dilakukan Amizaro Waruwu mungkin tidak lazim dalam forum resmi pemerintahan. Namun bagi sebagian orang, tindakan tersebut mencerminkan keinginan kuat seorang pemimpin daerah untuk memperjuangkan nasib masyarakatnya.
Banyak pihak berharap momen tersebut tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap pembangunan di daerah tertinggal.
Bagi masyarakat di Nias Utara dan wilayah 3T lainnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan perumahan masih menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Harapannya, berbagai program pembangunan dapat terus diperkuat sehingga kesenjangan antarwilayah di Indonesia dapat semakin diperkecil.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meskipun Indonesia telah lama merdeka, masih ada daerah yang terus berjuang untuk mendapatkan akses pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya.
