Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Turis Asing Sebut Bali “Neraka”, Curhat Hotel Terpencil dan Hampir Ditipu Saat Tukar Uang


Media sosial kembali diramaikan oleh pengakuan seorang turis asing yang mengaku mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berlibur di Bali. Melalui akun media sosialnya @Adine en Asie, perempuan tersebut bahkan menyebut Bali sebagai “neraka” setelah menghadapi sejumlah kejadian yang menurutnya mengecewakan.

Dalam video yang diunggahnya, turis tersebut menceritakan bahwa masalah bermula ketika ia memesan hotel selama berada di Bali. Alih-alih mendapatkan akomodasi yang nyaman, ia mengaku ditempatkan di hotel yang berada di lokasi terpencil.

Menurut pengakuannya, hotel tersebut sangat sulit dijangkau dan berada jauh dari pusat keramaian. Ia juga mengeluhkan tidak adanya fasilitas wifi maupun jaringan internet, sehingga membuatnya kesulitan untuk berkomunikasi selama menginap.

Turis asing sebut bali "Neraka"

Keluhkan Akses Jalan dan Fasilitas

Selain soal jaringan internet, perempuan tersebut juga mengungkapkan bahwa kondisi akses jalan menuju hotel yang ia tempati cukup buruk.

Ia mengaku perjalanan menuju lokasi hotel terasa tidak nyaman karena kondisi jalan yang rusak dan jauh dari berbagai fasilitas umum.

Kondisi tersebut membuat pengalaman liburannya di Bali tidak berjalan sesuai harapan.


Mengaku Hampir Ditipu Saat Tukar Uang

Kekecewaan turis tersebut semakin bertambah ketika ia mencoba menukar uang selama berada di Bali. Dalam videonya, ia mengaku hampir menjadi korban penipuan saat melakukan penukaran uang.

“Di sini ketika menukar uang selalu ingin menipu, tiga kali saya menukar uang tiga kali ia ingin menipu,” ungkapnya dalam video yang dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik setelah videonya menyebar luas di berbagai platform media sosial.


Netizen Terbelah

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menilai pengalaman buruk yang dialami turis tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh pilihan budget perjalanan yang lebih murah.

Menurut mereka, Bali memiliki banyak hotel dan destinasi wisata berkualitas, namun tentu dengan harga yang berbeda-beda.

Di sisi lain, ada pula netizen yang menganggap cerita tersebut sebagai kritik yang patut diperhatikan oleh pelaku pariwisata di Bali.

Mereka menilai praktik penukaran uang yang tidak jujur serta pelayanan wisata yang kurang baik bisa merusak citra pariwisata Pulau Dewata di mata wisatawan dunia.

Perdebatan pun terus bergulir di media sosial antara pihak yang membela reputasi pariwisata Bali dan mereka yang menilai pengalaman turis tersebut sebagai peringatan agar kualitas layanan wisata di Bali terus diperbaiki.