Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Senggolan di Dekat KFC Paradise Berujung Dugaan Penodongan, Driver Grab Ngaku Ditodong Pistol dan Dipukul Pria Mengaku TNI


Sebuah insiden dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap seorang pengemudi ojek online menghebohkan publik. Seorang driver Grab mengaku mengalami penodongan pistol, diborgol, hingga dipukul oleh seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai aparat TNI usai terjadi senggolan kendaraan di jalan.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di dekat gerai KFC Paradise, kawasan Viktor, sekitar pukul 20.30 WIB. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kejadian tersebut, namun pengakuan korban telah beredar luas dan menjadi perhatian masyarakat.


Berawal dari Senggolan Kendaraan

Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika mobil yang dikendarainya bersenggolan dengan kendaraan milik seorang pria. Setelah kejadian itu, korban mengaku langsung menghentikan mobilnya di belakang kendaraan tersebut dengan maksud menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Namun, situasi justru memanas. Terjadi adu mulut antara keduanya di lokasi kejadian. Korban menyebut pria tersebut tidak terima atas insiden senggolan tersebut dan diduga hendak merusak spion kanan dan kiri mobilnya.

Saat korban berusaha menghalangi tindakan tersebut, ketegangan semakin meningkat. Korban mengaku pria itu kemudian mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke arah kepalanya.


Mengaku Diborgol dan Dipukul

Tak berhenti pada dugaan penodongan, korban juga menyatakan dirinya sempat diborgol oleh pria tersebut. Ia mengaku mengalami pemukulan hingga hidungnya berdarah. Selain itu, korban menyebut sikunya mengalami luka akibat dibanting saat cekcok berlangsung.

Korban sempat mengusulkan agar permasalahan diselesaikan di kantor polisi. Namun, menurut pengakuannya, ajakan tersebut ditolak oleh pria yang mengaku sebagai aparat tersebut.

Karena merasa terancam dan takut dengan situasi yang terjadi, korban akhirnya memilih untuk berdamai di tempat. Meski demikian, ia mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp900 ribu.

“Ironisnya, kondisi mobil saya justru lebih parah, dan saat itu order Grab juga sedang sepi,” ungkap korban.


Kendaraan Disebut Bernomor Polisi B 1320

Korban juga menyebut nomor polisi kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut adalah B 1320. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas pemilik kendaraan maupun kebenaran klaim bahwa pelaku merupakan aparat TNI.

Jika benar terjadi, tindakan mengaku sebagai aparat dan menggunakan senjata untuk mengintimidasi warga sipil tentu merupakan hal serius yang perlu diselidiki. Dugaan kekerasan fisik serta permintaan uang dalam situasi seperti itu juga berpotensi melanggar hukum.


Perlu Penelusuran Serius

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para pengemudi transportasi daring yang bekerja di jalanan setiap hari. Keamanan dan perlindungan hukum menjadi hal mendasar yang dibutuhkan agar mereka dapat bekerja dengan tenang.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi serta mengklarifikasi identitas pihak yang terlibat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun institusi TNI terkait dugaan insiden tersebut. Masyarakat pun menunggu langkah tegas aparat guna memastikan kepastian hukum dan menjaga rasa aman di ruang publik.