Prabowo Murka! Kasus Siram Air Keras Aktivis Disebut Terorisme, Dalang Harus Dibongkar
Presiden RI Prabowo Subianto angkat suara dengan tegas terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Ia menyebut aksi tersebut bukan sekadar kriminal biasa, melainkan sudah masuk kategori terorisme.
Dalam pernyataannya kepada media, Prabowo menunjukkan sikap keras dan tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan.
“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut!” tegasnya.
Tak Hanya Eksekutor, Dalang Juga Diburu
Prabowo menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual di balik kejadian tersebut.
Menurutnya, sangat penting untuk mengungkap siapa yang merencanakan, memerintahkan, hingga membiayai aksi tersebut.
“Harus diusut sampai siapa yang menyuruh dan siapa yang membayar,” ujarnya.
Tegas: Tak Ada Impunitas
Presiden juga menegaskan bahwa negara tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik.
Ia bahkan memastikan bahwa jika ada keterlibatan aparat, maka proses hukum harus tetap berjalan tanpa pengecualian.
“Tidak akan ada impunitas. Saya menjamin!” kata Prabowo dengan tegas.
TNI-Polri Sudah Bertindak
Sejauh ini, aparat gabungan dari Polri dan TNI telah mengamankan empat oknum prajurit yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, menyebut para terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara. Mereka saat ini tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Komitmen Negara Tegakkan Hukum
Prabowo kembali menegaskan komitmennya sebagai kepala negara untuk melindungi rakyat dan menegakkan hukum secara adil.
“Saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” ujarnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat diusut secara transparan hingga tuntas, termasuk mengungkap aktor utama di balik aksi kekerasan tersebut.
