Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Netizen Ribut Soal Sheila Dara Jarang Posting Vidi Aldiano, Tapi Benarkah Cinta Harus Dibuktikan di Instagram?


Kepergian penyanyi Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Tidak hanya keluarga dan sahabat, tetapi juga para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan hidup dan kariernya. Namun di tengah kabar duka itu, muncul fenomena yang cukup membuat banyak orang mengernyitkan dahi: sebagian netizen justru ramai mengunjungi akun Instagram istrinya, Sheila Dara Aisha.

Bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, beberapa komentar justru mempertanyakan satu hal yang menurut mereka “janggal”. Pertanyaannya sederhana tapi bernada menghakimi: kenapa Sheila jarang sekali memposting foto bersama Vidi?

Bagi sebagian netizen, hal itu terasa aneh. Apalagi jika dibandingkan dengan akun media sosial Vidi sendiri. Selama ini, Vidi dikenal cukup ekspresif di Instagram. Ia sering mengunggah foto berdua dengan Sheila, menulis caption romantis, bahkan terlihat sangat bangga memperlihatkan istrinya kepada publik. Dari luar, bagi sebagian orang, terlihat seolah Vidi yang lebih “bucin”, sementara Sheila dianggap tidak menunjukkan hal yang sama.

Namun, benarkah hubungan bisa diukur dari seberapa sering seseorang memposting pasangannya di media sosial?

Sebelum buru-buru menilai, ada baiknya kita melihat perjalanan hubungan mereka sedikit lebih jauh ke belakang.

Hubungan Vidi dan Sheila bukan hubungan yang baru kemarin sore. Mereka menjalani masa pacaran yang cukup panjang, sekitar enam tahun. Bahkan dalam perjalanan itu mereka sempat putus dan mengambil waktu untuk bertumbuh dengan cara masing-masing.

Pada tahun 2019, sebuah kabar besar datang dalam hidup Vidi. Ia divonis mengidap kanker ginjal stadium tiga. Bagi banyak orang, kabar seperti itu bisa menjadi titik balik dalam sebuah hubungan. Tidak sedikit pasangan yang akhirnya memilih mundur karena merasa tidak siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.


Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Setelah melewati masa putus tersebut, Vidi kembali mengajak Sheila untuk bersama lagi. Kali ini dengan niat yang jauh lebih serius: menikah. Dan Sheila menerima.

Keputusan itu bukan keputusan kecil. Sheila sudah tahu betul kondisi kesehatan Vidi saat itu. Ia tahu risiko yang mungkin akan mereka hadapi bersama di masa depan. Ia sadar hidupnya mungkin tidak akan berjalan seperti pasangan lain yang sehat tanpa masalah besar.


Tetapi ia tetap memilih Vidi.

Bagi banyak orang, keputusan itu sendiri sebenarnya sudah cukup menjadi bukti cinta yang sangat besar.

Mungkin publik tidak selalu melihat bagaimana hubungan mereka berlangsung sehari-hari, tetapi ada banyak tanda kecil yang menunjukkan kedekatan mereka.

Hubungan Sheila dengan keluarga Vidi, misalnya, terlihat sangat hangat. Ayah Vidi bahkan pernah membuat lukisan wajah Sheila sebagai bentuk kasih sayangnya kepada sang menantu. Hal itu mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan penerimaan yang sangat tulus.

Dalam beberapa kesempatan juga terlihat Sheila memeluk ayah Vidi dengan penuh kehangatan, begitu juga sebaliknya.

Sheila sendiri pernah beberapa kali mengucapkan kalimat yang cukup menyentuh ketika menerima penghargaan di dunia akting. Ia mengatakan terima kasih kepada “empat orang tuanya”. Bukan hanya orang tua kandungnya, tetapi juga orang tua Vidi.

Artinya, ia benar-benar menganggap keluarga Vidi sebagai bagian dari hidupnya.

Ada satu keputusan besar lain dalam pernikahan mereka yang jarang dibahas orang. Vidi pernah menyampaikan bahwa ia memilih untuk tidak memiliki anak. Alasannya cukup berat: ia takut gen kanker yang dimilikinya bisa diwariskan kepada anaknya kelak.


Keputusan seperti itu tentu tidak mudah bagi pasangan mana pun.

Namun Sheila menerima keputusan tersebut.

Jika dilihat dari sisi kepribadian, sebenarnya perbedaan antara Vidi dan Sheila juga cukup jelas.

Vidi dikenal sebagai sosok yang sangat ekstrovert. Ia mudah berteman, punya banyak relasi di dunia hiburan, dan sering disebut sebagai “duta persahabatan artis Indonesia”. Energinya besar, terbuka, dan nyaman berada di tengah banyak orang.

Sementara Sheila dikenal memiliki kepribadian yang jauh lebih introvert. Ia cenderung lebih tenang, tidak terlalu ekspresif di depan publik, dan sering mengisi ulang energinya dengan menyendiri.

Perbedaan kepribadian seperti ini sangat mungkin mempengaruhi cara seseorang mengekspresikan perasaan.

Vidi mungkin lebih nyaman menunjukkan cintanya secara terbuka, termasuk di media sosial. Sedangkan Sheila mungkin lebih memilih mengekspresikan perasaan secara pribadi, tanpa perlu membagikannya kepada publik.


Keduanya bukan berarti tidak saling mencintai.

Dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier, Vidi pernah ditanya pertanyaan yang cukup langsung: apakah ia benar-benar mencintai istrinya atau hanya merasa nyaman.

Jawabannya tegas.

“I love her,” katanya.

Ia bahkan menceritakan bagaimana sebelum menikah ia pernah membuka semua sisi dirinya kepada Sheila. Ketakutan, kelemahan, bahkan hal-hal yang mungkin bisa membuat orang lain mundur.


Tetapi Sheila tetap memilih bertahan.

Jika dipikir-pikir, menarik sekali melihat bagaimana masyarakat sering menilai sebuah hubungan.

Banyak orang mengukur kualitas cinta dari hal-hal yang paling terlihat: foto bersama, caption romantis, unggahan ulang tahun, atau postingan anniversary.

Padahal kenyataannya, tidak semua pasangan merasa perlu menunjukkan kebahagiaan mereka kepada publik.

Ada pasangan yang memang ekspresif di media sosial. Mereka merasa bahagia ketika berbagi momen dengan banyak orang.

Namun ada juga pasangan yang justru menjalani hubungan mereka dengan sangat privat. Bukan karena hubungan itu dingin, tetapi karena mereka merasa kebahagiaan tidak selalu harus diumumkan.

Kadang-kadang hubungan yang paling kuat justru adalah hubungan yang jarang terlihat di layar ponsel kita.

Ada pasangan yang begitu sibuk hidup bersama sehingga tidak sempat memikirkan bagaimana menampilkan hubungan mereka secara “estetis” di media sosial.

Sebaliknya, ada juga pasangan yang memang senang mengekspresikan cintanya secara terbuka. Dan itu juga tidak salah.


Kedua cara itu sama-sama valid.

Yang sering menjadi masalah adalah ketika seseorang menganggap cara mereka sebagai satu-satunya standar hubungan yang benar.

Padahal setiap pasangan punya dinamika, bahasa cinta, dan kenyamanan masing-masing.

Hubungan Vidi dan Sheila mungkin tidak selalu terlihat “ramai” di Instagram. Tetapi perjalanan yang mereka lalui bersama menunjukkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar unggahan.

Cinta tidak selalu terlihat dari jumlah foto yang di-posting.

Kadang cinta terlihat dari siapa yang tetap bertahan ketika hidup sedang tidak mudah.