Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mobil Pengantar MBG Ditolak di Sekolah! Datang Saat Siswa Sudah Pulang, Wali Murid Kesal


Suasana di depan SMP Negeri 2 Sokaraja mendadak ramai pada Jumat siang setelah sebuah mobil boks pengantar makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dihentikan oleh satpam sekolah dan sejumlah wali murid.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Sokaraja dan dipicu oleh kekecewaan warga atas keterlambatan distribusi makanan yang disebut sudah beberapa kali terjadi.

Mobil MBG ditolak sekolah

Mobil Baru Tiba Saat Sekolah Hampir Kosong

Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan pengantar makanan baru tiba sekitar pukul 12.30 WIB. Waktu tersebut dinilai terlalu siang karena sebagian besar siswa telah dipulangkan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Akibatnya, makanan yang seharusnya dibagikan kepada para siswa justru datang ketika lingkungan sekolah hampir kosong.

Di depan gerbang sekolah saat itu hanya terlihat petugas keamanan serta beberapa wali murid yang masih menunggu anak-anak mereka.


Wali Murid Mengaku Sudah Sering Terjadi

Beberapa orang tua siswa menyebut keterlambatan distribusi makanan program MBG bukan kali pertama terjadi.

Menurut mereka, pengiriman makanan sering datang terlambat sehingga para orang tua harus menunggu lebih lama agar anak-anak mereka tetap mendapatkan jatah makanan dari program tersebut.

Salah satu wali murid bahkan mengaku sangat kesal karena situasi itu dianggap cukup merepotkan.

“Sudah sering sekali telat. Kami ini seolah-olah hanya menunggu pembagian MBG saja. Mau pergi ke pasar atau ada urusan lain jadi tertunda karena menunggu makanan datang. Kalau memang tidak bisa tepat waktu, sebaiknya dapurnya dibubarkan saja,” ujarnya dengan nada kesal.


Satpam Sekolah Ikut Kerepotan

Keluhan serupa juga datang dari petugas keamanan sekolah. Ia mengaku sering kewalahan ketika jadwal distribusi makanan molor dari waktu yang seharusnya.

Menurutnya, keterlambatan tersebut membuat proses penjemputan siswa menjadi tidak tertib.

“Anak-anak sudah pulang, mobilnya baru datang. Lalu makanan ini mau diberikan kepada siapa? Jadinya malah terbuang percuma,” katanya.


Program MBG Jadi Sorotan

Peristiwa ini pun menarik perhatian warga sekitar. Program MBG yang sebenarnya bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa justru dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan apabila distribusi makanan tidak dilakukan secara tepat waktu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara distribusi MBG maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pengiriman makanan ke sekolah tersebut.