Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mau Kirim Motor Pakai Kereta Saat Mudik? Ini Alasan Kaca Spion Harus Dicopot dan Tangki BBM Wajib Kosong


Menjelang musim mudik Lebaran, banyak masyarakat yang ingin membawa sepeda motor ke kampung halaman. Namun perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua dinilai berisiko tinggi sehingga tidak disarankan bagi pemudik.

Sebagai alternatif, sebagian masyarakat memilih mengirim sepeda motor menggunakan layanan kereta api. Cara ini dianggap lebih aman dan praktis, terutama bagi pemudik yang ingin tetap menggunakan kendaraan pribadinya saat tiba di kampung halaman.

Meski begitu, terdapat sejumlah prosedur yang harus dipatuhi sebelum sepeda motor dikirim menggunakan kereta. Di antaranya adalah melepas kaca spion serta memastikan tangki bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi kosong.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menjelaskan bahwa aturan tersebut diberlakukan demi menjaga keamanan serta keselamatan selama proses pengiriman berlangsung.

Menurut Adjeng, kaca spion wajib dilepas karena bagian tersebut cukup rentan mengalami kerusakan saat proses penataan dan pengangkutan kendaraan.

“Motor diwajibkan melepas kaca spion dan mengosongkan tangki BBM sebelum pengiriman demi alasan keamanan dan keselamatan selama proses angkut,” ujar Adjeng.

Ia menjelaskan bahwa kaca spion termasuk komponen yang menonjol dari badan kendaraan. Kondisi ini membuatnya mudah terbentur atau patah ketika kendaraan dipindahkan, disusun di area loading, maupun saat berada di dalam moda transportasi pengangkut.

Dengan melepas kaca spion sebelum pengiriman, risiko kerusakan pada bagian tersebut dapat diminimalisasi. Langkah ini juga membantu memastikan kondisi sepeda motor tetap baik ketika sampai di lokasi tujuan.

Selain melepas kaca spion, pemilik kendaraan juga diwajibkan mengosongkan tangki bahan bakar sebelum motor dikirim menggunakan kereta.

Adjeng mengatakan bahwa bahan bakar merupakan material yang mudah terbakar. Oleh karena itu, keberadaannya di dalam tangki selama proses pengiriman berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Gesekan, tekanan, maupun percikan yang mungkin terjadi selama proses pengangkutan bisa saja memicu bahaya jika tangki masih berisi bahan bakar.

Dengan kondisi tangki yang kosong, potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini juga membantu menjaga keamanan tidak hanya bagi kendaraan yang dikirim, tetapi juga bagi seluruh muatan lain yang berada dalam satu rangkaian pengangkutan.

Adjeng menambahkan bahwa prosedur tersebut merupakan bagian dari standar operasional pengiriman yang telah ditetapkan.

Standar ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses distribusi kendaraan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, aturan tersebut juga dibuat untuk melindungi petugas yang terlibat dalam proses pengiriman, mulai dari tahap penerimaan kendaraan hingga proses penataan dan pengangkutan.

Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk mengirim kendaraan menjelang Lebaran, pihak KAI Logistik juga terus mengingatkan calon pengguna layanan agar mematuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Dengan mengikuti prosedur tersebut, proses pengiriman sepeda motor dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan risiko kerusakan maupun gangguan keselamatan.

Pengiriman motor menggunakan kereta api sendiri menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin tetap membawa kendaraan pribadi tanpa harus menempuh perjalanan jauh dengan mengendarainya secara langsung.

Selain lebih aman, cara ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur mudik yang biasanya dipadati kendaraan roda dua menjelang hari raya.

Karena itu, masyarakat yang berencana memanfaatkan layanan pengiriman sepeda motor diimbau untuk memahami seluruh aturan yang berlaku, termasuk kewajiban melepas kaca spion dan memastikan tangki BBM dalam kondisi kosong sebelum kendaraan diserahkan untuk dikirim.