Kecelakaan Kerja di Waterplace Residence Surabaya Barat: Gondola Dihantam Cuaca Buruk, Satu Teknisi Tewas
Kawasan apartemen Waterplace Residence menjadi saksi insiden kecelakaan kerja tragis yang terjadi pada Senin (2/3/2025) siang. Dua teknisi sealant yang tengah bekerja di ketinggian terombang-ambing di udara setelah gondola yang mereka gunakan dihantam hujan deras dan angin kencang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat aktivitas di lingkungan apartemen masih berlangsung normal. Kedua pekerja diketahui sedang melakukan perbaikan sealant atau pelapis kedap air di bagian luar dinding gedung menggunakan dua unit gondola terpisah.
Awalnya, kondisi cuaca dilaporkan masih relatif stabil. Namun, tanpa peringatan panjang, langit mendadak menggelap. Hujan deras turun disertai angin kencang yang menerpa area Surabaya Barat. Gondola yang menggantung di sisi gedung mulai bergoyang hebat, membuat kedua teknisi berada dalam situasi berbahaya.
Beberapa saksi mata menyebut angin bertiup sangat kencang hingga membuat alat kerja dan perlengkapan teknis berayun tak terkendali. Kedua pekerja terlihat berusaha bertahan di dalam gondola yang terus terombang-ambing di udara.
Sempat muncul harapan ketika pihak manajemen apartemen menyampaikan bahwa kedua teknisi masih dalam kondisi sadar saat kejadian berlangsung. Proses evakuasi pun segera dilakukan dengan melibatkan tim internal gedung serta bantuan dari pihak terkait.
Namun, kabar duka akhirnya datang setelah proses penyelamatan selesai. Building Manager Waterplace Residence, Melly Muryana, mengonfirmasi bahwa satu dari dua pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi.
Berdasarkan laporan dari Command Center Kota Surabaya, korban tewas diketahui berinisial ES, seorang pria yang bertugas sebagai teknisi sealant. Sementara rekan kerjanya, berinisial RB, berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Aparat kepolisian dari Polsek Lakarsantri segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan area serta melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Lakarsantri, Kompol Imam Solikin, hadir langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan kondisi serta mengumpulkan keterangan saksi.
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk membatasi akses selama proses identifikasi dan olah TKP berlangsung. Petugas juga memeriksa sistem pengaman gondola, tali penyangga, serta prosedur keselamatan kerja yang diterapkan saat kejadian.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko pekerjaan teknis di ketinggian, terutama ketika faktor cuaca ekstrem tidak dapat diprediksi secara akurat. Pekerjaan sealant gedung bertingkat memang membutuhkan ketelitian tinggi dan sistem pengamanan maksimal.
Cuaca yang berubah drastis dalam hitungan menit menjadi faktor yang diduga kuat memperparah situasi. Angin kencang mampu menciptakan gaya dorong besar terhadap gondola, apalagi jika berada di ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan urgensi mitigasi cuaca dalam pekerjaan konstruksi maupun perawatan gedung tinggi. Monitoring prakiraan cuaca secara real-time, sistem alarm dini, serta prosedur penghentian kerja darurat seharusnya menjadi bagian dari standar operasional.
Selain itu, kesiapan alat pelindung diri dan sistem pengaman tambahan seperti lifeline independen juga menjadi krusial dalam mencegah korban jiwa saat kondisi tak terduga terjadi.
Duka mendalam menyelimuti rekan kerja dan keluarga korban. Insiden di Waterplace Residence tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi korban selamat, tetapi juga menjadi trauma tersendiri bagi para pekerja teknis ketinggian lainnya.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni akibat faktor cuaca ekstrem. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan keselamatan kerja di gedung-gedung bertingkat.
Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa di balik megahnya bangunan tinggi, ada para pekerja yang mempertaruhkan nyawa setiap hari. Keselamatan kerja bukan sekadar prosedur administratif, melainkan kebutuhan mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Posting Komentar untuk "Kecelakaan Kerja di Waterplace Residence Surabaya Barat: Gondola Dihantam Cuaca Buruk, Satu Teknisi Tewas"