Anak Putus Sekolah Tetap Dapat Makan Bergizi Gratis, Pernyataan Kepala BGN Picu Perdebatan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa anak-anak yang putus sekolah tetap akan menjadi sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, meskipun mereka tidak sedang menempuh pendidikan formal di sekolah.
Tidak Hanya untuk Anak Sekolah
Menurut Dadan, program MBG memang dirancang untuk menjangkau lebih luas, tidak hanya siswa yang masih aktif bersekolah.
Pemerintah juga menargetkan kelompok rentan lainnya, seperti:
๐Balita
๐Ibu hamil
๐Ibu menyusui
๐Anak-anak yang tidak lagi bersekolah
Dengan cakupan tersebut, program ini diharapkan mampu membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan asupan gizi layak.
Picu Perdebatan di Media Sosial
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet di media sosial.
Sebagian netizen mempertanyakan kebijakan tersebut dan berpendapat bahwa anak-anak yang putus sekolah seharusnya didorong kembali ke bangku pendidikan.
Salah satu komentar yang ramai beredar berbunyi:
“Kalau bisa diberi makan bergizi gratis, kenapa tidak sekalian disekolahkan kembali?”
Pendapat serupa juga menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat program yang bertujuan mengembalikan anak-anak putus sekolah ke sistem pendidikan.
Pemerintah Tegaskan Fokus pada Gizi Anak
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan gizi tetap menjadi prioritas utama, termasuk bagi anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan formal.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan serta tumbuh kembang anak Indonesia secara lebih merata di berbagai wilayah.
