Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Aksi Nekat 7 Anjing Kabur dari Truk Daging Ilegal! Dipimpin Corgi, Jalan 17 Km Pulang Bareng


Tujuh ekor anjing domestik peliharaan di Changchun, Provinsi Jilin, China, menjadi sorotan setelah berhasil melarikan diri dari truk pengangkut daging ilegal yang menculik mereka.

Peristiwa itu terjadi sekitar 16 Maret 2026. Ketujuh anjing tersebut awalnya dicuri dari sebuah desa dan dimasukkan ke dalam truk untuk diperjualbelikan dalam praktik perdagangan daging anjing ilegal. Namun di tengah perjalanan di jalan tol Changshuang Expressway, mereka berhasil kabur dari dalam kendaraan, diduga dengan merusak atau menggigit kandang.

Yang mengejutkan, alih-alih terpencar, ketujuh anjing tersebut tetap bertahan dalam satu kelompok. Mereka kemudian menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer selama dua hari untuk kembali ke desa asalnya.

7 ANJING BERHASIL PULANG
⚠️ Kalau kamu dialihkan ke situs lain, silakan kembali lagi ke halaman ini. Video akan berputar normal.

Dalam perjalanan itu, mereka melintasi jalan raya yang padat, area terbuka, hingga medan berbahaya. Seekor Welsh Corgi disebut memimpin rombongan di barisan depan, bahkan beberapa kali terlihat menoleh ke belakang untuk memastikan seluruh anggota kelompok tetap mengikuti.

Kelompok tersebut terdiri dari berbagai ras seperti German Shepherd, Golden Retriever, Labrador Retriever, Pug, dan Pekingese. Salah satu anjing, yakni German Shepherd, dilaporkan mengalami luka di kaki. Menariknya, anjing lain tampak melindungi dan mengelilinginya selama perjalanan, seolah menjaga anggota yang terluka.

Aksi mereka sempat terekam dalam video drone yang kemudian viral di media sosial dan ditonton ratusan juta kali.

Pada akhirnya, seluruh anjing tersebut berhasil kembali ke desa dan dipertemukan kembali dengan pemiliknya dalam kondisi selamat. Kisah ini menuai simpati luas karena menunjukkan kecerdasan, ketangguhan, serta solidaritas antarhewan yang jarang terlihat.

Peristiwa ini juga memicu diskusi publik terkait perlindungan hewan peliharaan, khususnya praktik perdagangan ilegal yang masih terjadi di beberapa wilayah.