Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pria di Gowa Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Sempat Bersembunyi di Plafon Saat Rumah Dikepung Polisi


Warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dibuat geger oleh sebuah kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Peristiwa ini menyita perhatian publik karena pelaku yang berinisial SA (44) diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap HA (49), yang merupakan ibu mertuanya.


Kasus ini terungkap berkat keberanian korban yang memilih untuk melapor. HA tidak tinggal diam atas dugaan perbuatan yang dialaminya. Dengan tekad untuk mencari keadilan, ia mendatangi pihak berwajib dan melaporkan kejadian tersebut agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.


Berdasarkan laporan tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan awal. Setelah mengumpulkan informasi dan keterangan yang diperlukan, petugas bergerak menuju kediaman terduga pelaku yang berada di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.


Setibanya di lokasi, polisi langsung melakukan langkah antisipatif dengan mengepung rumah SA. Tindakan ini dilakukan guna mencegah kemungkinan pelaku melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Situasi di sekitar rumah pun menjadi perhatian warga yang mulai berdatangan setelah mengetahui adanya kehadiran aparat.


Saat rumah dalam keadaan terkepung, SA diduga mulai panik. Alih-alih bersikap kooperatif dan menyerahkan diri, ia justru memilih bersembunyi. Ketika petugas memasuki rumah untuk melakukan pencarian, pelaku diam-diam memanjat ke bagian atas rumah dan bersembunyi di atas plafon.


Diduga, SA berharap aparat tidak menemukan keberadaannya dan mengira ia sedang tidak berada di rumah. Ia meringkuk di ruang sempit dan berdebu di atas plafon, mencoba menghindari penangkapan.


Namun upaya tersebut tidak berlangsung lama. Petugas yang melakukan penyisiran secara menyeluruh mulai mencurigai adanya tanda-tanda pergerakan di bagian atas rumah. Dengan ketelitian dan insting yang terlatih, polisi akhirnya menemukan lokasi persembunyian SA.


Setelah keberadaannya diketahui, SA tidak lagi memiliki ruang untuk melarikan diri. Ia terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung diamankan oleh aparat kepolisian. Tanpa perlawanan berarti, ia digelandang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Peristiwa ini menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Dugaan tindak kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkup keluarga dinilai sangat memprihatinkan. Banyak warga menyayangkan peristiwa tersebut karena dinilai mencederai nilai-nilai moral dan kepercayaan dalam hubungan kekeluargaan.


Kasus ini juga meninggalkan dampak psikologis yang tidak ringan bagi korban. Selain menghadapi dugaan tindakan yang melukai secara fisik dan mental, HA juga harus menanggung beban emosional akibat pelaku adalah bagian dari keluarganya sendiri.


Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilakukan untuk mendalami kronologi serta memastikan seluruh unsur pidana terpenuhi. Sementara itu, korban akan mendapatkan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku dalam penanganan kasus kekerasan seksual.


Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tindak kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja, termasuk di dalam lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan, agar dapat segera ditindaklanjuti secara hukum.


Langkah cepat aparat dalam mengamankan terduga pelaku mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban.


Kasus yang terjadi di Gowa ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan dalam lingkup domestik. Selain proses hukum terhadap pelaku, perhatian terhadap pemulihan korban menjadi hal yang tidak kalah penting agar dampak traumatis dapat diminimalkan.


Saat ini, SA telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang masih terus mendalami kasus tersebut, sementara masyarakat menanti perkembangan proses hukum berikutnya.

Posting Komentar untuk "Pria di Gowa Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Sempat Bersembunyi di Plafon Saat Rumah Dikepung Polisi"